Another Post For My Besties.
Salah satu kegiatan favorit gw menjelang tidur adalah rutinitas gw untuk "Refleksi Diri". Setiap malam, sebelum menutup mata, gw telentang di kasur dan menatap langit-langit sambil berpikir, "Apa yang sudah gw lakukan hari ini? Apa yang harus gw lakukan besok? Apa yang masih kurang?"
Sering kali pikiran-pikiran lain terlintas di pikiran. Pikiran mengenai betapa inginnya gw pergi traveling kemana-mana. Pikiran mengenai betapa kangennya gw dengan teman-teman kuliah gw. Pikiran mengenai impian gw di masa depan. Pikiran mengenai kenangan-kenangan yang masih terselip dengan manis di sudut otak.
Sudah beberapa bulan ini, hal yang paling sering gw pikirkan adalah betapa kangennya gw dengan teman-teman kuliah gw. Betapa rindunya gw ingin kembali kuliah bersama mereka.
Entah kenapa begini. Mungkin karena sudah terlalu banyak permasalahan dan racun dunia pekerjaan yang merasuki kehidupan gw. Mungkin karena gw sedang jenuh. Or maybe simply because memang gw kangen dengan teman-teman dekat gw.
Kangen yang sekedar bukan hanya kangen. Yang dikangeni adalah waktu dan kegiatan yang kita habiskan bersama-sama sejak dulu. Gw yang pernah pindah kampus ini merindukan teman-temannya yang hanya sempat berkuliah bareng selama 2 tahun saja. And two years is not enough. Not enough...
Dulu saat pertama kali pindah kampus dan disuruh kenalan pertama kalinya (di depan kelas dengan noraknya), hal yang pertama terlintas di kepala gw adalah: "Ayolah cepat-cepat lulus dari sini, jangan ribet-ribet mendekatkan diri dengan orang-orang baru ini, dan jangan pernah sekalipun terlibat lagi dengan dunia organisasi mahasiswa."
Kenyataannya?? Gw dapet sahabat-sahabat baru yang sudah seperti keluarga sendiri dan gw terlibat dengan BANYAK sekali kegiatan kemahasiswaan. Untungnya lulus masih sesuai dengan waktu yang diinginkan.
Ada apa sebenarnya?
Mungkin yang gw temukan adalah gw bisa menemukan diri gw sendiri saat berada dengan mereka. Gw masih ingat dengan jelas bahwa seorang Ebby ini, sebelum bertemu dengan mereka semua, adalah seorang Ebby yang tidak peduli dengan dirinya sendiri. Tidak bisa mengatakan "Tidak" ke orang lain. Tidak bisa memiliki warna di dalam hidupnya. Seorang Ebby yang pasrah dan menerima-nerima saja.
Ketika gw mengenal sahabat-sahabat gw, yang gw rasakan adalah gw sudah mulai bisa menerima dan merasakan bagaimana seharusnya gw bereaksi. Bagaimana seharusnya gw berinteraksi.
Maybe I'm a late bloomer. Telat untuk bisa berkembang. Tapi percayalah, tidak ada satu pun hal yang gw sesali dari kepindahan ke kampus ini dan bertemu dengan mereka semua. Gw bersyukur bisa bertemu dan mengenal mereka semua.
Hingga akhirnya sekarang dengan lucunya kita bisa mengamati perkembangan dan pertumbuhan kita satu sama lain. Bisa melihat siapa yang masih belum bisa move on, mana yang masih labil dengan berpindah-pindah pekerjaan, siapa yang suka berpindah-pindah hati dan menyakiti orang yang ia sayangi, siapa yang masih suka menyembunyikan permasalahan beratnya namun dan keras hati tidak mau memberitahu yang lainnya (walaupun kita tidak usah dikasih taupun udah tahu permasalahanmu apa, tapi kita kan suka pura-pura bego), siapa yang suka berantem ga penting, siapa yang suka kangen-kangenan, dan siapa yang paling suka tertawa besar-besar namun hatinya menangis.
Kita saling mengenal dan bertumbuh selama tiga tahun ini. Waktu yang sangat sebentar namun pelajaran hidup paling berharga gw dapatkan dari kalian. Masing-masing dari kalian sudah mengajarkan gw banyak hal. Tentang pentingnya keluarga, tentang mengasihi Tuhan, tentang perasaan menyakiti satu sama lain, tentang tanggung jawab, tentang cinta, tentang kebodohan bersama, tentang bekal hidup kita di masa depan.
Seringkali gw pikirkan, "Gimanaaaa coba kalian semua tanpa gw. Apa bisa itu semua rencana jalan-jalan terwujud kalo ga gw yang setanin? Apa bisa lo skripsi tanpa bantuan gw? Apa bisa lo curhat ke orang lain seperti lo curhat ke gw?"
Pikiran-pikiran songong kayak gitu sering loh gw pikirin.. Sengak emang.
Tapi yang gw sadari adalah kebalikannya malah. Kenyataannya adalah, "Gimanaaa coba gw tanpa kalian semua. Apa bisa gw jalan-jalan tanpa kalian semua? Apa bisa gw ngerjain skripsi sampe selesai tanpa dukungan dan bantuan kalian semua? Apa bisa gw curhat masalah Tuhan yang paling sensitif ini ke orang lain seperti gw curhat ke kalian?"
Apa jadinya gw ya selama tiga tahun terakhir ini kalo ga ketemu kalian di hidup gw? Tetaplah gw ini seorang Ebby, namun pasti bukan Ebby yang begini.
Kita pasti pernah berbuat kesalahan dan menyakiti satu sama lain. Entah itu hanya bercandaan dan ceng-cengan biasa, tidak sengaja melupakan janji, atau bahkan dengan sengaja menyakiti perasaan satu sama lain. Perasaan-perasaan menyesal bahwa kita pernah berbuat kesalahan itu pasti ada. Tapi yang pasti kita akan terus belajar. Tidak ada noda, tidak belajar...(begitu kata iklan).
Teruslah belajar, jangan mengulangi kesalahan yang sama, jangan menyakiti sesama kita ataupun orang-orang lain dengan kesalahan yang sama, tetaplah hidup sambil belajar.
Untuk itu, gw mendoakan kalian semua untuk selalu bahagia, Bahagia dalam konteks apapun. Pekerjaan, percintaan, keluarga, fisik, kesehatan, materi, dan kesejahteraan jiwa akan traveling. You know who you are, guys.. :)
Live, laugh, travel! :)
Ebby yang sedang kangen kita jalan-jalan bareng.
posted by: ebby! @ 10:22 PM
+ + +
A Loyal Audience, Me.
Kalau kata lagu terkenal, "Dunia ini panggung sandiwara." Iya, memang iya.
Dengan sosok sang Tuhan sebagai sutradara dan penulis skenario. Kadang kita sebagai pemeran utamanya, kadang kita sebagai pemeran pembantu, mungkin juga sebagai artis pendamping, atau bahkan mungkin hanya sebagai penonton. Penonton yang dengan setia mengikuti perkembangan cerita di panggung.
Seperti itu diriku di duniamu. Aku penonton yang setia. Dulu dan sekarang.
Sejak beberapa tahun yang lalu aku menjadi penontonmu. Seorang subjek favoritku. Seorang aktor pemeran utama di duniamu yang penuh petualangan. Dan aku duduk dengan tenang, aman, damai, di kursi VVIP-ku. Di barisan terdepan. Semua ceritamu tak luput dariku. Aku menikmatinya.
Sampai tiba saatnya aku terseret untuk masuk ke panggung dunia sang subjek favoritku. Masuk menjadi salah satu artis pendamping dan artis pelengkap. Yang selalu ada di sampingmu saat lampu sorot menyinarimu. Yang selalu ada saat kau membutuhkanku.
Namun ternyata aku tidak menyukai alur cerita itu, walaupun aku cinta habis-habisan pada sosok sang subjek. Aku tidak bisa mengikuti perkembangan ceritamu yang begitu cepat berubah, yang membuatku terpaku di depan layar terlalu lama dan kehabisan kata-kata. Aku tidak yakin apakah aku sosok protagonis atau antagonis. Aku tidak tahu posisiku dimana. Aku terjatuh tanpa parasut, tanpa alas, tanpa pelindung.
Tapi aku sudah terlalu jauh. Alur cerita kita terlalu jauh. Mungkin Tuhan, sang sutradara sedang membuat kisah satir. Kisah satir yang memiliki makna yang sangat dalam. Toh semua kisah pasti memiliki makna, kan? Seperti kisah Kancil yang suka mencuri ketimun, Pinokio boneka kayu yang suka berbohong, atau kisah Cinderella yang terlalu indah. Semua kisah memiliki makna. Begitu juga kisah kita. Akan menorehkan makna yang sangat dalam bagi kita berdua. Makna yang hanya dipahami olehmu dan olehku.
Tapi semua itu bukan duniaku... Itu duniamu. Duniamu yang terlalu berkilau. Yang tidak akan aku pahami. Yang tidak bisa aku ikuti. Yang tidak bisa aku miliki. Aku ingin. Ingin sekali. Tapi aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa.
Kemudian suatu saat, aku, sang pelengkap cerita, berusaha dengan tersaruk-saruk untuk kembali ke kursi penonton lagi. Ingin kembali ke singgasana VVIP-ku. Ingin kembali menjadi penonton dan pengikut ceritamu yang setia. Yang akan bahagia bertepuk tangan melihat wajah ceriamu di atas panggung dan yang akan menangis melihat muka sedihmu saat mendapatkan alur cerita yang menyedihkan.
Lalu aku, kembali di sini. Di atas kursi favoritku dengan kondisi yang babak belur namun siap dengan peranku yang lama. Akan kembali menjadi penonton setiamu. Because I'm a happy and proud audience. A loyal audience. It suits me well.
Kamu tidak usah khawatir. Karena suatu saat aku akan menjadi pemeran utama di panggung ku sendiri dan di panggung aktor pendamping pilihan Tuhan. Dengan akhir cerita yang bahagia. Seperti kisahmu.
Tapi kamu perlu tahu bahwa aku, sang penonton setiamu ini akan selalu ada kapanpun engkau membutuhkan telinga untuk mendengarkan kisah-kisahmu atau pun jika kau ingin menyandarkan bahu di saat kau kelelahan dengan duniamu.
"Al mal tiempo, buena cara" - Put a nice face through a bad times.
posted by: ebby! @ 6:33 PM
+ + +
Semoga Kita Bisa Segera Bertemu, Jailolo...
Tulisan ini diikutkan dalam "Jailolo, I'm Coming!" Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo
http://www.wego.co.id
http://www.festivaltelukjailolo2013.com
________________________________________________________________________________
Selama 26 tahun di hidup saya
yang biasa-biasa ini dan dengan pengalaman menjelajah Indonesia yang
biasa-biasa saja dibanding teman-teman dan keluarga saya yang juga gila
traveling, baru kali ini saya benar-benar tertarik untuk mengunjungi suatu
tempat. Satu tempat yang memiliki nama unik. Nama yang mungkin kurang populer
dibandingkan dengan Bali, Lombok, Wakatobi, atau bahkan Raja Ampat. Tempat itu
bernama Teluk Jailolo yang berlokasi di Halmahera Barat.
Mungkin nama Teluk Jailolo kalah
terkenal dibanding tempat-tempat tujuan pariwisata lainnya, namun saya yakin
bahwa setiap jengkal di bumi Indonesia ini memiliki keindahannya tersendiri yang
tidak ada di tempat lain. Termasuk Teluk Jailolo. Suatu tempat yang memiliki
banyak keindahan, baik kebudayaan, alam, kuliner, maupun masyarakatnya.
Di Teluk Jailolo kita dapat
menemukan keindahan alam bawah laut yang luar biasa, dimana di sana terkenal dengan
spot diving bagi para diver dan pecinta laut seperti saya. Kita juga dapat
menemukan kebudayaan unik seperti tarian tradisional Cakalele, Legu Salai, ataupun
melihat secara langsung rumah adatnya yang dikenal dengan nama Rumah Sasadu.
Atau mungkin ingin berjumpa dengan masyarakatnya yang ramah? Dengan sapaan unik
masyarakat Jailolo, “Auuulliieee..” sambil menonton pertunjukan menakjubkan
yang bernama Tari Sasadu on the sea yang disajikan di atas panggung di tengah
laut. Dan para pecinta makanan tentu akan dimanjakan lidahnya dengan berbagai
makanan khas Halmahera, terutama Jailolo, yang terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya.
J
Siapa yang tidak ingin
mengunjungi Teluk Jailolo setelah membaca atau mendengar informasi-informasi di
atas? Siapa yang tidak makin cinta Indonesia setelah melihat
keindahan-keindahan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia?
Saya ingin sekali mengunjungi Teluk
Jailolo. Terutama pada saat Festival Teluk Jailolo 2013 yang akan digelar bulan
Mei nanti. Dimana semua keindahan akan dipertunjukan dalam satu festival
tersebut.
Saya juga ingin sekali menyebarkan
keindahan Teluk Jailolo kepada seluruh masyarakat di Indonesia, bahkan ke
masyarakat Internasional.
Saya pun ingin masyarakat makin
mencintai Indonesia dengan keindahan dan keberagamannya yang luar biasa. Saya
bahkan lebih ingin lagi jika para wisatawan asing akan mencintai Indonesia yang
tidak ada duanya ini.
Dan saya bisa mewujudkan semua
itu dengan cara yang mudah. Semudah saya meng-update blog saya yang banyak berisikan pengalaman traveling
saya. Semudah saya bercerita kepada teman-teman saya tentang keindahan Teluk
Jailolo. Semudah saya menceritakan pengalaman dan keindahan Teluk Jailolo di
media sosial seperti twitter, path, atau pun facebook. Semudah cepatnya kita jatuh
cinta pada Indonesia.
Ahh. Setelah menulis tulisan ini,
keinginan saya untuk menjelajah tanah Halmahera semakin besar. Semoga kita bisa
segera bertemu, Jailolo.
Salam, dari seorang traveler
biasa-biasa saja namun memiliki kecintaan yang luar biasa pada Indonesia. J
posted by: ebby! @ 7:47 PM
+ + +
Krakatau Trip, My Getaway.
Kalimat pamungkas dari Isac Dinesen selalu menjadi pegangan gw setiap saat. Kata Isac Dinesen, "The cure for anything is salt water; sweat, tears, or the sea."
Di saat hidup sedang tidak seimbang dan banyak masalah, yang gw ingin cuma satu, yaitu laut. Karena kalau cuma lewat nangis atau bengong-bengong bego aja dijamin satu bulan kemudian gw bisa resmi jadi mayat hidup. Hidup tapi kayak ga hidup. Bahkan temen-temen yang ngelihat perubahan gw akhir-akhir ini ikut bertanya, "kemana Ebby yang dulu?" and then the first thing that crossed in my mind was, "I have to find my way back. I miss the old 'me' and i need to get back to the sea."
Dari sinilah dimulai perjalanan gw ke Krakatau.
Awalnya karena suatu postingan di twitter yang random, kalau tidak salah dari akun @KartuPos yang me-retweet satu twit dari akun yang bernama @KeyAdventure. Isi twit nya kurang lebih tentang trip yang akan mereka adakan tanggal 8 - 10 Maret 2013. Saat itu gw masih di kantor, dan gw langsung me-reply twit itu, nanyain tentang detail itinerary. Beberapa hari kemudian gw udah transfer DP dari biaya tur dan resmi terdaftar ikutan tur. Tur asing yang orangnya bahkan gw ga kenal siapa dan gw berangkat sendiri. Bener-bener solo traveler.
Harus diakui gw kangen traveling dengan temen-temen deket gw. Tapi gw lagi pengen pergi sendiri. Ntah kemana pun itu.
Hari I (Jumat, 8 Maret 2013)
Meeeting point semustinya di Pelabuhan Merak jam 11 malam. Tapi gw ikutan rombongan yang ketemuan di terminal Kalideres jam 9 malam. Sebelum berangkat, gw packing buru-buru karena beberapa hari sebelumnya belom sempet nyicil packing karena lembur terus di kantor. Setelah siap packing, gw berangkat ke Kalideres.
Sampai di terminal Kalideres sekitar jam 20:45 dan gw langsung nelpon Yudi, the tour leader. Dia bilang ngumpulnya di pos polisi dalam terminal Kalideres. Gw menuju ke sana dan udah ada sekitar 20 orang lagi berkumpul. Awalnya gw kira mereka juga rombongan ke Krakatau, ternyata mereka rombongan dengan tujuan Ujung Kulon.
Setelah celingak-celinguk cari nebak-nebak mana yang namanya Yudi, akhirnya nemu juga satu orang cowok yang lagi sibuk nelpon dan bawa map holder buat dokumen-dokumennya. "Ini pasti si Yudi", pikir gw. Ternyata bener, kita kenalan dan nunggu rombongan kita yang lain yang belum datang. Yudi bilang rombongan kita banyak bule nya. Dan kemudian rombongan bule yang rame itu datang sekitar jam 21:30. Briefing bentar dan akhirnya kita menuju bus kita yang menuju Merak. Sebelum naik bus, sempet kenalan dengan satu peserta tur yang namanya Hiqmah, dia juga berangkat sendiri. Dia dan Yudi udah temenan sejak kuliah.
Akhirnya kita naik bus dan duduk di tempat masing-masing. Gw sengaja duduk di deket jendela dan siap-siap pasang earphone di kuping. Niat gw awalnya adalah, gw ikut tur ini karena emang butuh laut dan sedang ga ingin beramah tamah dengan orang lain. Ternyata gw salah total. Ujung-ujungnya malah dapet temen-temen baru yang asik.
Masih dalam mood yang surem, tiba-tiba ada bunyi notif twitter dari HP, ternyata ada satu twit dari Mas Widi yang ngasih gw lagu Shaggy Dog - Bersinarlah Kembali. Saat itu gw udah di daerah Serang, tengah malem buta, sendirian ga ada orang yang gw kenal, dan gw mewek keinget lirik lagu Shaggy Dog itu.
Sepanjang perjalanan dari Kalideres menuju Merak, gw lebih banyak tidurnya. Begitu kebangun, udah di kota lain yang asing. Ntah dimana. Akhirnya kita sampai juga di Merak dan sekitar pukul 02:30 pagi kapal ferry siap cabut dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni.
Di kapal ferry, kita di upgrade ke kelas executive dengan baiknya oleh Yudi dan Iwan sang tour leader. Di dalam ruangan executive, ada sofa-sofa gede banyak dan ber-AC. Akhirnya bisa balik tidur lagi (setelah minum Antimo senjata andalan gw).
Hari II (Sabtu, 9 Maret 2013)
Mulai masuk di hari ke dua. Kita sampai di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 05:45. Siap-siap bawa barang dan menuju angkot yang udah dicarter buat rombongan kita. Kalau ga salah ada sekitar 4 angkot yang kita carter deh..
Angkot kuning ini yang akan membawa kita dari Bakauheni menuju Canti. Nah dari Canti kita akan naik kapal sekitar satu jam menuju P. Sebesi, pulau tempat kita akan menginap. Sebelum sampai di Canti, kita sarapan dulu. Di sini ada insiden yang kocak banget tentang sarapan "mewah" ini. Tapi biarlah itu jadi bahan bercandaan kita-kita aja, hahaha. =))
 |
| Sarapan "Mewah" mhuahahaha |
 |
| RM Siang Malam |
Selesai sarapan, kita menuju Canti. Sampai di Canti sekitar pukul 08:00 kurang. Di Canti, kita siap-siap ganti baju untuk snorkeling di salah satu wc yang ada di situ. Pas lagi duduk-duduk di musholla sambil oles-olesin sunblock, kita kenalan dengan dua orang cewek bule asal Jerman dan Polandia (kalo ga salah) yang lagi student exchange di LSPR, nama mereka Shivara dan Tannas. Dibanding bule-bule yang lain, mereka yang emang keliatan paling muda, sedangkan yang lain udah pada kerja.
 |
| Me at Canti, ready for snorkeling :) |
 |
| the blue invitation ;) |
Jam 08:15 kita siap-siap berlayar ke pulau pertama yang jadi tujuan island hopping kita, yaitu pulau Sebuku Kecil. Ga pernah sebahagia ini gw ngeliat pantai dan laut.
 |
| on the roof of our boat |
Sampai di P. Sebuku Kecil sekitar pukul 09:00. Dari jauh, kita semua udah takjub dengan pemandangan di depan mata kita. Warna airnya gradasi, pasirnya putih, dan yang lebih penting lagi, pulaunya kosong.
Kita main sebentar dan foto-foto di pantai. Sempet kenalan dan ngobrol dengan anggota tur yang lain. Ada Ninna dan Karasi dari Jakarta, ada Aci dari Bandung, ada juga Cici, Kak Bram (yang ngebawa rombongan bule-bule), Mbak Susi, Mbak Sari, Renata, Jun, Hendri. Yang bule-bule ada Scott (dari US), Amanda, Tim, Trine (dari Denmark), si Trine bawa dua anak buahnya, cowok-cowok tinggi dan suka iseng gitu. Mereka kerja di Kedubes Denmark, if I'm not mistaken nama mereka itu Sam dan David. Ada juga bulay (bule alay) yang kocak banget, namanya Johan.
Lagi ngaso-ngaso di pantai Sebuku Kecil sambil merenung, si Scott nyahut "This is really nice. And it's not packed of people." "Yeah, that's the most important one..." sahut gw.
 |
| the amazing Small Sebuku island |
 |
| Small Sebuku island |
 |
| Small Sebuku island. Cuma ada rombongan kita aja isinya. |
 |
| bersiap untuk foto group |
 |
| some candid photo of me. taken by Iwan. |
 |
| group photo :) |
Setelah sekitar satu jam puas main-main dan foto-foto, kita naik kapal lagi dan siap-siap ke spot snorkeling yang pertama. Naik kapal sekitar 15 menit. Spot yang pertama ini lumayan aja. Serunya, kapal kita modelnya bisa dinaikin sampe ke atap. Jadi kita pada berjemur di atas atap kapal (yang kemudian agak gw sesali karena sekarang gw GOSONG pake BANGET hahaha.) Tapi yang penting bahagia sih. :")
Setelah puas snorkeling, kita naik kapal lagi dan bersiap menuju P. Sebesi untuk menaruh backpack kita dan ngaso-ngaso dulu. Sampai di Sebesi, penginapan kita isinya los gitu. Ada kasur-kasur di lantai dan kamar mandinya ada dua. Listrik menyala setiap pukul 18:00, tipikal di pulau-pulau kecil.
Ini lebih dari cukup, menurut gw yang emang sering ngemper dimana-mana. :D
Kita makan siang di salah satu hall kebuka yang jadi tempat ngumpul-ngumpul. Setelah makan siang dan ngumpulin tenaga, sekitar jam 14:00 kita siap menuju pulau Umang-Umang untuk island hopping dan snorkeling.
Spot snorkeling yang kedua, lebih bagus dari yang pertama. Sempet di foto underwater sama si Iwan. Gw sempet nyesel juga ga bawa camera underwater, apalagi besok bakal ke Lagoon Cabe yang katanya spot snorkeling paling bagus.
 |
| si kapal "GALAW" :D |
 |
| our boat |
 |
| the massive jump by Scott :D |
Lalu setelah itu, kita lanjut menuju
pulau Umang-Umang. Pulau Umang-Umang ini disebut begitu karena memang banyak hewan umang-umangnya. Ada satu spot di pulau ini yang jadi spot kece banget buat foto-foto. Karena gw emang ga berniat bawa kamera dan ga niat foto-foto, maka foto-foto lebih banyak ada di travel buddies yang lain. Gw hanya ngambil beberapa foto, itu juga kalo niat buka handphone dan kamera di HP. :D
 |
| Sam and David; building a pool. Hahaha |
 |
| "the masterpiece", he said :D |
 |
| group photo :) |
Kita main di pulau Umang-Umang sampai sekitar pukul 17:00 lewat. Lalu kita semua berangkat ke tengah laut untuk nonton sunset. Saat perjalanan mendekati cakrawala buat dapet view sunset yang keren, kapalnya sempat berhenti sebentar dan ABK nya nanya, ada yang mau terjun dari kapal atau ga. Saat itu udah mulai agak gelap dan kapal oleng-oleng. Dan hanya gw yang dengan nekatnya mengiyakan ajakan si bapak tersebut untuk loncat ke laut dari atap kapal. Yang lain pada nontonin dan semangatin, hahaha. And it was so much fun and unforgettable.
 |
| "the girl who walk on the water", i was jumping out of the boat 'tho. :D |
Selama di atap kapal dan nonton sunset, yang terngiang-ngiang terus di kepala gw adalah lagu Coldplay dan kalimat dari salah satu bukunya Ika Natassa, Antologi Rasa yang isinya: "If travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?". As pathetic as this may sound, saat itu gw sedang di ujung laut dan menyaksikan sunset paling indah selama hidup gw bersama orang-orang yang baru yang masih asing bagi gw, tapi kata-kata itu yang masih terngiang.
Selesai menonton sunset dan masih takjub dengan keindahannya, kita balik ke Sebesi untuk mandi, makan, dan istirahat. Setelah makan malam dengan rakus karena kelaperan hahaha, kita balik ke kamar masing-masing. Di kamar gw isinya ada 8 orang (termasuk gw), ada Mbak Susi, Ninna, Hiqmah, Mbak Sari, Renata, Aci, dan Cici. Kasurnya ada 10 lebih, jadinya kita bisa guling-gulingan sesuka hati. :D
Masih jam 8 malam dan niatnya cuma senderin kepala sebentar di bantal, tau-tau bablas sampe jam 2 malem. Hahahaha. Gw kebangun dan ngeliat yang lain udah pada tepar juga, lalu gw lanjut tidur lagi. Tahu-tahu jam 3 udah dibangunin Iwan buat siap-siap ke Anak Krakatau dan trekking. *lalu muka bantal*
Hari III (Minggu, 10 Maret 2013)
Jam 3 tengah pagi buta, kita semua dibangunin buat siap-siap menuju pulau Anak Krakatau untuk trekking. Dengan otak masih loading lama dan masih bego, gw menuju kapal hanya dengan modal celana pendek, sendal gunung kesayangan, buff, pashmina, dan siap-siap bawa snorkeling gear karena kita akan langsung ke Lagoon Cabe sesudah dari Anak Krakatau.
Jam 4, kita baru kumpul semua di kapal. Saat itu gw ga bisa prediksi cuaca karena masih gelap total. Gw nanya ke ABK kira-kira perjalanan berapa lama, katanya satu setengah jam menuju Anak Krakatau. Oke, saatnya minum Antimo si jagoan dan tidur selama di kapal.
Ternyata bener aja kan tuh, gw lagi asik tidur tahu-tahu kapal goyang dan ujan badai. Anginnya kenceng banget, sampe akhirnya gw memutuskan buat bangun dan berdiri aja pindah posisi. Karena kapal kita semi terbuka, jadi basah kuyuplah kita semua. :D
Selama gw tidur, ternyata hampir semua isi penumpang kapal pada muntah, yang bule-bule juga. Gw musti kasih peluk cium nih sama yang menemukan Antimo, karena gw adalah orang yang paling gampang mabuk laut, tapi kemarin bisa sama sekali ga ngerasain mabok. Hahahaha. *angkat idung*
Ga lama kemudian kita sampe di Anak Krakatau. Ternyata kondisi masih hujan rintik-rintik, tapi ga mengurungkan niat kita semua buat naik ke atas puncak pertama Anak Krakatau. Kita sarapan nasi uduk pake telor dan tempe cabe, yang entah emang enak ato kita semua kelaperan. Huehehehe.
Perjalanan menuju puncak dimulai! Awalnya rintik-rintik biasa, kita masih trekking sambil ngobrol di hutan. Pas udah mendaki naik dan track-nya adalah pasir-pasir hitam yang bikin kita nyerosot turun mulu kalo ga hati-hati. Makin menuju puncak, makin berat. Apalagi bau belerangnya kuat banget, untung gw bawa buff jadi bisa nutupin hidung dan mulut.
Hampir aja gw nyerah dan gw sempet duduk-duduk dulu, disamperin sama salah satu peserta rombongan yang namanya Toni, dia bilang jangan duduk nanti makin capek..ayo dikit lagi. Baek banget ni orang nyemangatin gw. Okeh, gw siap naik lagi. Dia dan sodaranya Iwan (yang namanya gw lupa) nungguin gw, mereka di belakang dan gw di depan. Dan tiba-tiba...... HOOOPLAAAAH, sampai di puncak!! :"D
Peak experience banget. Nafas udah ngap padahal, akhirnya bisa sampai juga di puncak yang pertama. Saat itu kondisi hujan dan angin yang super duper gede. Bahkan gw kalo berdiri bisa oleng kena tiupan angin. Anginnya dingin banget pula. Sempet keinget jaket gunung yang dari dulu pengen dibeli.
Sayang gw ga bawa kamera. Semua handphone gw tinggalin di kapal karena takut basah kena hujan. View dari atas itu the best banget. Di depan mata kita laut dan ada dua pulau, yaitu pulau Panjang di sebelah kiri dan pulau Sertung di sebelah kanan. Walau saat itu hujan dan berkabut, tapi tetep pemandangannya juara banget. Sempet ngaso-ngaso dan bengong mikir kesana kemari di puncak begitu. Keinget temen-temen dan pengen banget ngajak mereka kesini. Lalu ujung-ujungnya mellow sendiri.
Sedikit sejarah nih ya, Pulau Anak Krakatau ini dulunya ga ada. Namun Anak Krakatau muncul saat Gunung Krakatau meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1883. Letusan Gunung Krakatau saat itu berpengaruh secara global di dunia dan sampai sekarang disebut sebagai salah satu ledakan gunung terbesar dalam sejarah modern. Bahkan The Guiness Book of Record mencatat bahwa ledakan Gunung Krakatau tahun 1883 merupakan ledakan yang paling hebat terekam dalam sejarah. Korban jiwa yang tercatat ada sekitar 36.417 jiwa, meskipun beberapa sumber ada yang bilang sampai 120.000 jiwa. Korban tewas bahkan sampai ke Sumatera Selatan. Tsunami yang diakibatkan oleh ledakan pada saat itu bahkan sampai ke Hawaii, pantai barat Amerika Tengah, dan Semenanjung Arab. Dampak yang lebih seram lagi adalah, sampai ke seluruh dunia. Dunia pada saat itu merasakan siang harinya yang gelap selama hampir tiga hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Sinar matahari sampai redup tertutup asap selama hampir satu tahun berikutnya! Hantaran debu ini bahkan sampai ke langit di Norwegia hingga New York.
Erupsi di tahun 1883 itu yang menimbulkan munculnya pulau Anak Krakatau, di pulau ini ada gunung pula yang sesekali menyemburkan lava. Serunya lagi, gunung Anak Krakatau ini masih aktif dan setiap tahun tingginya bertambah.
Bahkan sampai sekarang gw tahu informasi mengenai Anak Krakatau ini aja gw masih takjub loh.. We're living in an amazing world. :)
Sesudah puas foto-foto di atas, kita turun gunung karena kita mau menuju Lagoon Cabe duluan sebelum spot-nya rame. Walau lelah, tapi puas dan senang karena bisa kenalan lagi sama temen-temen di dalam rombongan. Padahal udah hari terakhir tapi baru kenalan sekarang. Hahaha.
Mendekati Lagoon Cabe (hanya 15 menit perjalanan dari Anak Krakatau), gw udah siap-siap alat snorkeling. Yang lain nampaknya masih capek, tapi gw udah ga sabar. Begitu kapal kita berhenti, gw takjub banget dengan pemandangan underwater yang bahkan udah kelihatan dari atas kapal. Gw terjun pertama kali, yang lain nungguin info dari gw kayaknya gimana pemandangan di bawah. Baru jebyuuur turun, mata gw nyari-nyari pemandangan di bawah dan...... YA TUHAN BAGUS BANGET. Anemonnya ungu menyala-nyala. Gw nongolin kepala ke atas permukaan laut dan teriak, "BAGUS BANGEEET. VERY VERY VERY NICE..!" baru dah yang laen pada buru-buru siap-siap. Hahaha :D
Memang spot di Lagoon Cabe ini bagus banget, bisa nemu nemo yang lagi main. Pdhal saat itu lagi gerimis, tapi tetep kelihatan bening. Gimana kalau cerah yah... Dan sayang banget gw ga bawa camera underwater, tapi bisa minta foto-foto dari Mbak Sari dan Aldian yang pada bawa camera underwater. Bahkan Scott bawa Go Pro nya yang bikin gw ngiler mampus! :"D
Setelah puas snorkeling, kita nongkrong lagi di atas atap kapal karena cuaca udah mulai mendingan dan berhenti hujan. Mungkin saat itu bener-bener surga dunia kali ya. Berjemur di atas kapal sambil dengerin lagu-lagu yang pas poll dari mp3nya Hiqmah dan Erwin. Sempet ngobrol sama David, dia bilang "I wish I could stay longer.. Even we all don't know each other and today's our last day, but it's a great trip." Dan Scott si bule US bahkan bilang, "I'm falling in love with Indonesia." bahkan dia punya rencana untuk menetap di Indonesia.
Mendengar orang-orang warga negara asing bicara begitu tentang Indonesia, siapa yang tidak bangga dan cinta dengan Indonesia? :")
Kita kembali lagi ke penginapan jam 11 siang. Siap-siap mandi dan makan siang. Kita sempet makan bakwan panas dan es teh manis buatan si ibu warung dulu sebelum mandi, trus rasanya nyes adem banget. :D
Sesudah mandi, makan siang, dan packing buat pulang..rasanya berat ninggalin pulau ini dan liburan ini. Musti balik lagi ke rumah dan kerjaan, belom lagi ketemu masalah yang sama lagi itu sungguh bukan lawan yang pas dibanding snorkeling-tidur-makan-snorkeling-nonton sunset-trekking. :(
Sebelum naik kapal, Iwan sempet mengucapkan kalimat terimakasih ke para anggota tur dan kita foto-foto dulu. Kita juga sempet tukeran contact dengan peserta yang lain supaya ga lost contact dan bisa tuker-tukeran foto. :)
.JPG) |
| group photo |
 |
| group photo :) |
Perjalanan pulang begitu samar-samar. Mungkin karena kita terlalu lelah. Atau mungkin karena kita tidak mau terlalu mengingat perjalanan pulang dan menutupi memori selama berlibur.
Intinya sih gw sampai di rumah lagi sekitar pukul 23:00, berpisah dengan temen-temen yang lain di bus karena gw turun duluan di Tangerang dan udah deket rumah. :")
Thank you for the great and fun trip yah Yudi dan Iwan dari @KeyAdventure.
Selalu ada pelajaran dari setiap trip. Kali ini banyak yang bisa gw dapet, salah satunya adalah temen-temen baru dan jiwa yang lebih seger sesudah ketemu laut. Akhirnya gw bisa ketawa lagi. :")
Memang benar kan kata Isac Dinesen? Mari melaut lagi, ntah kapan dan kemana... :)
See you when I see you! :)
P.S: Beberapa foto merupakan koleksi dan hasil karya gabungan milik Iwan, Yudi, Ilham, dan milik saya pribadi. :)
posted by: ebby! @ 9:10 PM
+ + +
Our Crazy-Fun Ujung Genteng Trip
Seperti biasa, kami (Gw, Davin, Affi, dan sekarang plus Ria), ga bisa diem liat kalender yang tanggalannya warna merah. Jadi waktu lebaran haji tanggal 26 Oktober 2012 kemarin yang jatuh pada hari Jumat dan kebetulan juga jadinya long weekend, kami memutuskan dari jauh hari untuk pergi nge-trip ke tempat yang agak jauhan tapi masih bisa dijangkau dengan mobil.
Pilihan awalnya ada dua tempat, antara Ujung Genteng atau Batu Karas (plus Pangandaran dan Green Canyon). Akhirnya kita milih Ujung Genteng dulu, yang jarak tempuhnya lebih cepet 1 jam dibandingkan ke Batu Karas. Kita baru ngeh belom booking tempat penginapan H-2 sebelum keberangkatan. Dan seperti biasa, gw yang bertugas sebagai tukang nanya (Davin dan Ria sebagai supir, Ria sebagai objek penderita. Hahaha), mulai ribet browsing-browsing penginapan, telepon, dan SMS ke semua kontak penginapan yang udah gw list. Dari 11 penginapan yang gw hubungin, udah full booked semua (mulai dari penginapan yang ecek-ecek murah sampe hotel yang paling mahal di Ujung Genteng). Akhirnya pas hari Kamis subuh (H-1 keberangkatan) gw dengan random milih hubungin satu penginapan yang namanya Pondok Buyung. Eh ternyata masih ada kamar kosong dan gw langsung booking saat itu juga! *lalu joget*
Day I (26 Oktober 2012, Jumat)
Pas hari keberangkatan (Jumat) itu gw ada acara lebaranan dulu dan Affi juga udah ada janji sampai Jumat siang, jadilah kami janjian untuk berangkat tengah malem aja. Kita juga mau ngindarin macet (yang kita pikir bakal macet panjang karena lagi long weekend). Kita ketemuan seperti biasa di rumah Affi, janjian jam 9 malem tapi nyatanya baru ngumpul semua jam 10 malem dan kita bercanda-canda dulu sampe jam 11 kurang. Berangkat dari rumah Affi jam 11an malem pake mobil kesayangannya the lovely Baby Green yang disupiri oleh Davin. Sebelum berangkat kita doa dulu di mobil supaya perjalanan kita lancar dan aman sampe ke tujuan, doanya dipimpin oleh Ria. :)
Karena saat itu cuaca lagi adem dan abis turun hujan, sepanjang perjalanan sampe di rest area Cibubur kita buka jendela sebagian. Buat hemat bensin juga sik sekalian. Sampe di rest area Cibubur, kita pada kelaperan dan mutusin buat makan di Burger King. Makan di sana sekitar 30 menitan dan kita lanjutin perjalanan kita.
Perjalanan lancar dan sampai di pintu tol keluar yang kiri ke Puncak dan kanan ke Sukabumi, kita ambil jalan menuju kanan. Perjalanan masih lancar-lancar aja sampe akhirnya kita nemuin pecahan jalan antara via Pelabuhan Ratu ato lewat kiri (gw lupa jalan hahaha). Sempet muter-muter setengah nyasar, setengah bingung, sampe kita nanya-nanya orang sekitar (padahal
udah jam 2 atau 3 tengah malem gitu). Thank God there's a technology named
GPS. Berbekal GPS dari smartphone masing-masing, kita gunain navigation yang tersedia. Voila! :D
Hasil ber-GPS selama perjalanan.;)
Day II (27 Oktober 2012, Sabtu)
Udah masuk di hari kedua nih ya berarti perjalanan kita. :)
Selama perjalanan, kita ngelewatin hutan-hutan yang rada spooky dan udaranya udah mulai dingin banget. Di tengah perjalanan, Affi sempet gantiin Davin nyetir karena Davin udah ngantuk. Lalu kita juga sempet kebelet pipis berjamaah, hahaha. Di tengah jalan, kita nemu Musholla dan numpang buang air kecil di sana pas banget waktu lagi azan subuh. Dan ternyata perjalanan dari Musholla itu sampe ke tempat tujuan hanya tinggal kurang dari satu jam lagi.
Dari situ mata kita udah mulai melek semua dan seger sama udara pagi. Lama-lama penampakan pantai dari kejauhan dan tertutup bukit-bukit udah mulai terlihat. Gw dan anak-anak yang lain udah mulai teriak-teriak kesenengan. Akhirnya kita sampai di Ujung Genteng sekitar jam 5an subuh. It means dari Jakarta ke Ujung Genteng butuh waktu sekitar 6 jam perjalanan (jika jalanan kosong, lancar, dan supir handal. Hahaha).
Sempet muter-muter untuk nyari penginapan Pondok Bungsu sambil nelepon bapaknya (Pak Ichi) yang udah gw kontak dari kemarin-kemarin. Dan kita sempet shock karena Pak Ichi bilang penginapannya udah full! How come? I already booked and they said there's still available room left for us! *JRENG JRENG*
Tau-tau si Pak Ichi bilang, dia rekomendasiin rumah warga yang bisa kita sewa secara full dan dengan harga yang sama, yaitu Rp 300.000. Si Davin langsung nyeletuk, "Enakan rumah warga tuh coy!". Okay then.. Kita pake rumah warga! *joget lagi*
Rumah warganya sendiri terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang tamu, dan dapur. Airnya kenceng dan bersih, kamar tidur juga nyaman untuk ukuran kita yang doyan ngegembel. :D
Selesai bayar uang muka (Rp 150.000) untuk biaya penginapan ke Ibu yang nyewain rumah, kita masukin barang-barang pribadi ke dalam rumah dan istirahat selama 2 jam supaya bisa maen ke pantai abis itu.
Sekitar jam 9an, kita udah ganti baju dengan baju maen buat ke pantai, siapin kamera dan perlengkapannya, pake sunblock, dan siap menuju pantai Pangumbahan. Pantai Pangumbahan ini adalah pantai tempat penangkaran penyu yang bisa ditempuh dengan mobil selama kurang lebih 15 menit. Selama perjalanan ke sana, di sebelah kiri kita bisa lihat pantai yang berderet dan ombak-ombaknya yang gede. Di Ujung Genteng ini emang terkenal sebagai spot surfing. Banyak banget bule-bule yang surfing di sini. Ada satu spot penginapan dan pantai yang paling banyak bulenya (bule semua isinya gw rasa). Kayaknya emang spot di situ paling oke buat surfing.
Pantai yang sering jadi lokasi surfing. That's me :)
Sampai di Pantai Pangumbahan, kita ketemu gerbang masuknya dan di bagian depan ada gedung yang di atasnya ada patung penyu yang gede banget. Sesudah foto-foto di depan, kita masuk ke dalam dan jalan menuju pantai di bagian belakang. Pantainya luas dan sepi (nyaris kosong) karena masih siang, kayaknya orang pada takut jadi item. :D But we don't care, kita mulai nikmatin pantai seperti biasanya! :)
Gedung depan penangkaran penyu di Pantai Pangumbahan
Me, itu pintu gerbang belakang menuju pantai Pangumbahan
Me, Ria, and Davin :)
Jalan sedikit dari depan menuju pantai Pangumbahan
Area Pantai Peneluran Penyu. Oh, hello beach! :D
ki-ka: Ria, Me, Affi
The panorama picture of Pangumbahan Beach. Lovely :)
Affi and Ria. Look at those wave!
Dapin lepas dari kandaaaang! :D
Halooo, pantai Pangumbahan! :D
Berempat gaya babodohan pake self-timer :D
Hello, besties! :)
clockwise: Me, Davin, Affi, Ria
Puas main dan foto-foto di pantai, kita kelaperan karena terakhir makan itu semalem pas di rest area. Sebelum cari tempat makan, kita nanya dulu ke Bapak yang jaga tempat penangkaran tentang jadwal ngelepas penyu yang selalu diadain setiap sore jam setengah 6. Dari situ, kita langsung cabut untuk cari tempat makan siang.
Cari tempat makan siang di Ujung Genteng itu gampang-gampang susah. Gampangnya ya karena tempat makan semacam restoran atau warung makan banyak berjejer. Susahnya ya cari yang sesuai selera. Setelah melewati beberapa tempat makan yang bagi kita kurang sreg, kita berhenti di satu tempat makan yang bisa duduk lesehan dan menghadap laut. Restorannya nyediain berbagai makanan seafood, ayam, sayur, jus, dll. Untuk harganya sih yaaaah.. Harga kontes! :D Seporsi udang aja bisa sampe Rp 100.000 lebih. Berkat berkah hitung-hitungan kami atas budget yang pengennya ala backpacker, kita mesen
nasi goreng pake telur (untuk Affi), nasi putih bertiga, sayur tumis kangkung, fu yung hay, dan es teh manis. Pesenan kita dianternya lamaaaaaa banget. Kayaknya emang karena yang masak dan melayani orangnya itu-itu juga, kurang tenaga kayaknya. Akhirnya makanan kita dateng dan kita yang udah pada kelaperan langsung menyerbu makanan. Baru setengah jalan makan, gw ngerasa masih laper dan ga bakal kenyang. Akhirnya gw mutusin buat mesen ayam bakar yang seporsinya kira-kira Rp 50.000-an. Bad decision?? Awalnya sih gitu. Karena ayamnya keluar lamaaa banget. Sampe nasi dan lauk yang lain udah abis duluan. Akhirnya kita mutusin supaya ayamnya dibungkus aja, biar bisa kita makan buat makan malem. :D
Ini nih menu 'Udang Kontes' :D
Selesai makan sekitar jam 01.30 siang, kita balik ke rumah penginapan kita. Sangking ngantuknya kurang tidur dan capeknya seharian main di pantai, kita langsung ketiduran di kamar. Kita tidur siang sekitar 2 jam-an dan sorenya kita langsung mandi supaya bisa ke Pantai Pangumbahan lagi untuk melepas anak penyu atau yang disebut tukik ke laut.
Sebelum ke pantai Pangumbahan, kita sempet nongkrong-nongkrong dulu sambil makan
sop buah di pinggir pantai deket penginapan. Waktu itu sore-sore dan cuaca mendung. Asik banget. :D

Makan sop buah sore-sore asoy :D
Kita juga sempet main bareng anak-anak kecil sekitar yang lagi pada asik maen. Abis diajak foto-foto, ternyata mereka iseng ngerjain gw buat masuk ke lubang jebakan yang mereka bikin di pantai. Emang dasar bocah yah, gw shock eh mereka malah seneng. >.<
The local childrens :)
METAL! :D
Levitasi hore bersama bocah! :D
Lagi pada maen jumpalitan :)
Capoeira ala bocah :D
Belom apa-apa si Davin udah ditarik-tarik anak kecil :D
Dari situ, kita berangkat menuju Pantai Pangumbahan (sekitar jam 4an sore). Kita sempet berhenti di spot pantai yang banyak bulenya buat foto-foto karena ombaknya lagi gede. Tahu-tahu pas lagi asik foto, ada mobil orang kejebak di pasir pantai dan ga bisa bergerak maju. Setelah kita dan warga lain bantu, akhirnya tu mobil bisa keluar juga. Dari sekian banyak orang-orang yang lewatin kita dan mobil si Bapak yang kejebak di pasir, yang bantuin dia cuma kita dan dua orang warga lokal yang lagi melintas. Hmm..
Dan ternyata si bapak dan sekeluarga juga mau ke Pantai Pangumbahan buat ngelepas tukik.
Bersama Baby Green, jagoan di kala nge-trip :D
Sampai di Pantai Pangumbahan lagi, disana ternyata udah rame banget mobil-mobil yang parkir buat ikutan ngelepas tukik. Untuk ngelepas tukik, kita harus bayar biaya registrasi sebesar Rp 5000 saja. Goceng doang, guys. And you know what? It was such a chaos on the beach with so many people like that. Belom lagi pas proses pelepasan tukiknya yang jelas-jelas si Mbak petugasnya udah bilang: "Dilarang mengambil foto tukik dari dekat, dilarang memegang tukik dengan tangan, dilarang berdiri di depan tukik karena akan menghalangi jalannya si tukik, dan tidak boleh melewati posisi orang yang paling depan dari barisan." It's just a simply rules, but all the idiot and primitive people masih ada aja yang nyerbu si tukik langsung pas dilepas ke pasir, ada yang megang-megang tukik sampe diteriakin orang-orang yang masih bisa berpikir pake otak, ada yang foto-foto dari deket, ada yang melintas di depan tukiknya, dan bahkan ada yang nginjek tukiknya. Poor tukik. Manusia emang perpaduan antara makhluk tolol dan egois. Yes, we are.
Sempet emosi nontonin kelakuan manusia-manusia purba gitu. Kasian para penjaganya juga yang udah teriak-teriak tapi ga didenger para manusia purba itu. Dan memang kurang tenaga yang menjaga di sana.
The Tukiks. Cute :)
 |
| Run for your life, Tukik! :D |
Semangat yah larinya, jauhi para manusia ya... :)
Kita sempet menjauh dari ke-chaos-an di sana supaya ga kebawa emosi lagi. Akhirnya kita foto-foto aja pas cuaca lagi mendung-mendung bangetnya itu dan sempet ujan kecil.
Cuaca mendung sekaleee.
Pangumbahan beach in the late afternoon :)
Sesudah dari sana, kita mutusin buat cari makan malem. Kali ini kita cari tempat makan yang agak jauhan dari penginapan. Akhirnya nemu tempat makan yang kita rasa lumayanlah. Dan tak lupa, kita udah bawa ayam bakar yang kita bungkus tadi siang. Nyeahahaha. Pas ngeliat menu di restoran yang satu ini, ternyata harganya normal! *dan sorak sorai!*
Tapi tapi tapi.... Ternyata di sini pelayanannya lebih lamaaaaa lagi dari drpd di tempat kita makan siang tadi. Gw jadi ambil kesimpulan, jangan-jangan semua tempat makan di Ujung Genteng lama semua pelayanannya karena kurang orang dan tenaga. Sesudah nunggu sekitar hampir satu jam dan Davin udah mulai ngomel kelaperan, makanan kita keluar juga dan ternyata lumayan enak loh. :D
Kenyang makan, kita mutusin buat balik ke penginapan. Sempet tidur-tiduran sebentar dan ngobrol ngalor ngidul, lalu kita iseng jalan dan duduk-duduk di pinggir pantai. Karena udah ngerasa banyak angin laut, kita balik ke penginapan dan iseng-iseng bikin "Truth or Dare" yang ujung-ujungnya malah jadi "Truth or Truth." Hahahaha. Dan ga kerasa tiba-tiba kami ketiduran.
Day III (28 Oktober 2012)
Kita bangun lumayan pagi (kalo ga salah jam
7an, apakah masih dihitung "lumayan pagi"?? Hahaha). Hari ini pagi-pagi kita niat buat balik ke Pantai Pangumbahan buat sesi
foto-foto pakai toga yang kita udah bawa dari Jakarta. Niat banget yaah :D
Karena kita belum sempet untuk foto-foto di studio pasca wisuda bareng-bareng, makanya si Ria ngusulin untuk bawa toga dan foto di alam terbuka. Hasil fotonya keren-keren looh, kebetulan juga cuaca lagi asik panasnya dan ombaknya lagi bagus untuk foto-foto. :)
Look at the waves, the frikkin waves!
Bertiga :)
We laughed so hard that day :)
Levitasi hore!
Bertiga :)
Bapak dan Anak :D
Dilempar! ;)
Kelakuan! Hahahaha :D
Tons of laughs :)
1, 2, 3! :)
I'm at my happiest when I'm on the beach with my besties :)
Sweet escape. No filter or edit at all. :)
Love the wave :)
Kelar dari foto-foto di Pantai Pangumbahan, kita balik ke penginapan untuk mandi dan siap-siap balik ke Jakarta sebelum jalanan mulai macet arus balik liburan. Packing kembali dan beres-beres udah kelar, sekitar jam
10an kita berangkat kembali menuju Jakarta setelah melunasi sisa pembayaran penginapan.
Perjalanan menuju Jakarta jauh lebih lama dibanding saat kita berangkat. Kalo pas berangkat kita cuma butuh 6 jam perjalanan, pas pulang kita butuh waktu sekitar
10 jam karena terjebak kemacetan arus balik. *toeeeng!*.
Untungnya pas di perjalanan pulang kita ngelewatin alur jalan yang beda pas kita berangkat dan nemuin tempat makan enak murah meriah (apa karena kelaperan??haha) dan juga kita ngelewatin hutan dan pepohonan yang bagus banget pemandangannya. Sempet berhenti di daerah pepohonan karet buat foto-foto. :D
Sempet-sempetnya kita stop :D
Pepohonan karet :)
Ki-ka: Me, Affi, Ria :)
:P
Hula! :D
Mari balik ke mobil dan kembali ke Jakarta! :)
Puas foto-foto bentar, kita balik lagi ke mobil dan kebetulan tau-tau turun gerimis. Kita ngelanjutin perjalanan yang tersendat-sendat karena macet dan akhirnya sampai dengan selamat sentosa si Jakarta sekitar
jam 8an malam.
Trip ke Ujung Genteng kemarin sangat menyenangkan bagi gw karena over-all perjalanan kita Alhamdulillah lancar dan aman, kerjaan kita ketawa-ketawa mulu sampe tenggorokan gw sakit, pantainya indah, dan yang penting bisa liburan bareng temen-temen tersayang. :)
Terimakasih Affi, Davin, dan Ria atas perjalanan dan liburan yang menyenangkan! Next trip, yuk mari kemana kita?? ;)
posted by: ebby! @ 10:37 PM
+ + +