Here's Your Lucky Day, Blur Live in Concert!

Gw masih ingat dengan jelas tentang hari pengumuman resmi bahwa Blur akan konser di Indonesia. Hari pengumuman itu, hari Jumat, tanggal 15 Februari 2013. Sore hari, sekitar pukul 17:00 WIB lewat. Gw baru aja selesai dari event kantor yang selama beberapa bulan terakhir menguras tenaga dan pikiran. 
Selama seharian penuh di hari Jumat itu, gw jarang banget pegang HP. Kedua HP udah gw anak tirikan karena sibuk selama acara berlangsung. Saat acara selesai, baru deh gw cek HP dan kaget dengan beberapa isi pesan singkat dari temen gw. Dari isi pesannya tersebut aja bahkan gw bisa baca bahwa dia ngomong ke gw sambil teriak-teriak excited gitu.. Isinya kurang lebih, "BLUR UDAH CONFIRM BAKAL KE INDONESIA COY!".

Gw bengong. Campuran antara shock, kaget, ga percaya. Lalu gw cek di twitter dan status BBM temen-temen lainnya yang juga penyuka Blur. Tiba-tiba mata gw membaca isi twit dari salah satu promotor musik yang bertanggung jawab mengundang Blur, yaitu @SoundRhythm. Mereka bilang bahwa mereka akan mengundang Blur tanggal 15 Mei 2013!

Reaksi pertama gw adalah menahan teriak. Karena saat itu posisi gw masih di ruangan kantor. Sesudah itu baru gw beneran teriak (tapi dengan volume yang lebih kecil), ketawa-ketawa, dan nangis. Nangis bahagia. Gw sampai teriak-teriak ke temen kantor bahwa salah satu band kesayangan gw akan manggung di Jakarta. Saat pulang dari kantor, gw bahkan sempet ngasih tau ke para security kantor bahwa gw lagi bahagia dan minta diselametin karena Blur akan datang. :"D

Sejak hari itu gw mulai menabung, lebih giat berdoa, dan terus menerus berdoa agar konser akan benar-benar terwujud dan lancar sampai dengan hari H. Agak parno soalnya kalau tiba-tiba Blur atau dari pihak promotor tiba-tiba ngebatalin konsernya menjelang hari.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Gw berhasil dapetin tiket VIP pada hari saat pre-order dibuka. Demi bisa menonton Damon Albarn, Graham Coxon, Alex James, dan Dave Rowntree lebih jelas. Gw ga menunggu temen-temen gw yang lain untuk beli tiket. Dan ternyata pada hari H gw bener-bener nonton sendirian! Nekat aja sebenernya. :D

Hingga tiba saatnya hari H. Gw udah niat izin dari kantor sejak berbulan-bulan sebelum hari H bahwa tanggal 15 Mei 2013 adalah hari yang tidak bisa diganggu gugat dan gw akan nonton Blur. 
Hari Rabu, 15 Mei 2013 pun datang. Gw sengaja datang lebih siang ke Senayan karena mau mengambil tiket konsernya dan ketemuan dengan si Dapin. Sekitar pukul 16:30 an, gw mulai jalan kaki dari fX menuju lapangan D, Senayan.

Sampai di Lapangan D, sudah mulai rame orang-orang yang memang ingin nonton BigSound Festival. BigSound Festival ini semacam acara festival musik yang mengundang beberapa musisi-musisi terkenal dari luar. Pengisi acara hari itu ada Vanshe, Tegan & Sara, Temper Trap, dan pertunjukan pamungkasnya adalah Blur.





Acara dimulai dari jam 5 sore, dibuka oleh Vanshe. Saat itu cuaca cerah dan penonton masih sedikit. Mungkin memang mayoritas penonton yang datang ingin nonton Blur kali ya. :D






Gw dengan sabar menunggu perform dari Blur dan duduk-duduk di pinggiran lapangan yang berbatasan dengan kelas festival. Saat hari udah mulai gelap dan Temper Trap sudah muncul di panggung, baru mulailah penonton memadati tempat konser dan gw mulai jalan menuju depan panggung dengan nyelap-nyelip. Untungnya dateng sendiri ya gini, bisa nyelip-nyelip dengan seenaknya aja tanpa mikirin rombongan. :D

Temper Trap

Temper Trap malam itu mainin beberapa lagu yang lumayan banyak. Hati gw makin deg-degan menunggu Blur akan muncul di panggung. Sesudah Temper Trap selesai manggung, beberapa penonton yang penggemar Temper Trap mulai mundur keluar dari kerumunan, it means gw makin bisa deket ke panggung. 
Saat kru-kru Blur muncul di panggung dan membereskan perlengkapan untuk Blur manggung, gw sibuk foto-foto kondisi panggung saat itu.

Dan tiba-tiba........ Empat orang manusia yang selama ini hanya sanggup gw lihat dan dengarkan di TV, komputer, mp3, dan benda elektronik lainnya tiba-tiba muncul di hadapan gw. Di depan mata gw.
Suara teriakan orang-orang di sekitar gw rasanya saat itu ga terdengar di telinga gw. Yang gw rasakan saat itu hanyalah mati rasa. Ga tahu harus bereaksi apa. Sama seperti pertama kali nonton My Chemical Romance waktu tahun 2008.
Waktu mereka memainkan lagu pertama, "Girls and Boys", gw hanya bisa bengong.... Dan nangis. :"D

BLUR..!!


Rasanya magis. Entah seperti apa ya.. Tersedot ke dalam dunia mereka. Malam itu seperti pengalaman "naik haji" bagi semua penggemar setia Blur. Seperti masuk ke dalam trance mereka. Lucunya beberapa penonton di depan gw teriak-teriak "Terimakasih Tuhaaan..!". :D




Alex James and Graham Coxon, right infront of my eyes.

Malam itu mereka mainin 19 lagu. 19 lagu yang bikin tenggorokan dan tenaga gw terkuras. Masih ingat dengan jelas bagaimana tiba-tiba gw mewek ga jelas saat lagu "Out of Time" dimainkan oleh mereka, loncat-loncat dan moshing bareng bule di samping gw saat lagu "Country House", kemudian nangis lagi saat lagu "The Universal" dan terutama saat Damon Albarn menyanyikan bait "Tender" yang berbunyi, "Lord, I need to find someone who can heal my mind..."



Damon Albarn.


Mereka menutup konser dengan menyanyikan lagu pamungkas mereka, "Song 2". Rasanya setelah mereka pergi dari panggung, kita semua masih saja meneriakkan "We want more!" ataupun "Encore! Encore!".

Bubar. :(


Klimaks malam itu. Yang gw butuhkan dan inginkan selama beberapa tahun ini tercapai. Resmi sudah naik haji gw malem itu.. :")

Thank you, Blur.. For giving us one of the best night in our lives. :)

N.B: Post ini sudah tertunda sejak bulan Mei dan hanya mengendap di draft saja karena gw masih speechless untuk menyusun kata-kata untuk konser Blur ini. So, yeah.. Begitulah hasil tulisan yang sudah mengendap.. :)


Another Post For My Besties.

Salah satu kegiatan favorit gw menjelang tidur adalah rutinitas gw untuk "Refleksi Diri". Setiap malam, sebelum menutup mata, gw telentang di kasur dan menatap langit-langit sambil berpikir, "Apa yang sudah gw lakukan hari ini? Apa yang harus gw lakukan besok? Apa yang masih kurang?"

Sering kali pikiran-pikiran lain terlintas di pikiran. Pikiran mengenai betapa inginnya gw pergi traveling kemana-mana. Pikiran mengenai betapa kangennya gw dengan teman-teman kuliah gw. Pikiran mengenai impian gw di masa depan. Pikiran mengenai kenangan-kenangan yang masih terselip dengan manis di sudut otak.

Sudah beberapa bulan ini, hal yang paling sering gw pikirkan adalah betapa kangennya gw dengan teman-teman kuliah gw. Betapa rindunya gw ingin kembali kuliah bersama mereka.
Entah kenapa begini. Mungkin karena sudah terlalu banyak permasalahan dan racun dunia pekerjaan yang merasuki kehidupan gw. Mungkin karena gw sedang jenuh. Or maybe simply because memang gw kangen dengan teman-teman dekat gw.

Kangen yang sekedar bukan hanya kangen. Yang dikangeni adalah waktu dan kegiatan yang kita habiskan bersama-sama sejak dulu. Gw yang pernah pindah kampus ini merindukan teman-temannya yang hanya sempat berkuliah bareng selama 2 tahun saja. And two years is not enough. Not enough...

Dulu saat pertama kali pindah kampus dan disuruh kenalan pertama kalinya (di depan kelas dengan noraknya), hal yang pertama terlintas di kepala gw adalah: "Ayolah cepat-cepat lulus dari sini, jangan ribet-ribet mendekatkan diri dengan orang-orang baru ini, dan jangan pernah sekalipun terlibat lagi dengan dunia organisasi mahasiswa."
Kenyataannya?? Gw dapet sahabat-sahabat baru yang sudah seperti keluarga sendiri dan gw terlibat dengan BANYAK sekali kegiatan kemahasiswaan. Untungnya lulus masih sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Ada apa sebenarnya?
Mungkin yang gw temukan adalah gw bisa menemukan diri gw sendiri saat berada dengan mereka. Gw masih ingat dengan jelas bahwa seorang Ebby ini, sebelum bertemu dengan mereka semua, adalah seorang Ebby yang tidak peduli dengan dirinya sendiri. Tidak bisa mengatakan "Tidak" ke orang lain. Tidak bisa memiliki warna di dalam hidupnya. Seorang Ebby yang pasrah dan menerima-nerima saja.
Ketika gw mengenal sahabat-sahabat gw, yang gw rasakan adalah gw sudah mulai bisa menerima dan merasakan bagaimana seharusnya gw bereaksi. Bagaimana seharusnya gw berinteraksi. 

Maybe I'm a late bloomer. Telat untuk bisa berkembang. Tapi percayalah, tidak ada satu pun hal yang gw sesali dari kepindahan ke kampus ini dan bertemu dengan mereka semua. Gw bersyukur bisa bertemu dan mengenal mereka semua.

Hingga akhirnya sekarang dengan lucunya kita bisa mengamati perkembangan dan pertumbuhan kita satu sama lain. Bisa melihat siapa yang masih belum bisa move on, mana yang masih labil dengan berpindah-pindah pekerjaan, siapa yang suka berpindah-pindah hati dan menyakiti orang yang ia sayangi, siapa yang masih suka menyembunyikan permasalahan beratnya namun dan keras hati tidak mau memberitahu yang lainnya (walaupun kita tidak usah dikasih taupun udah tahu permasalahanmu apa, tapi kita kan suka pura-pura bego), siapa yang suka berantem ga penting, siapa yang suka kangen-kangenan, dan siapa yang paling suka tertawa besar-besar namun hatinya menangis.

Kita saling mengenal dan bertumbuh selama tiga tahun ini. Waktu yang sangat sebentar namun pelajaran hidup paling berharga gw dapatkan dari kalian. Masing-masing dari kalian sudah mengajarkan gw banyak hal. Tentang pentingnya keluarga, tentang mengasihi Tuhan, tentang perasaan menyakiti satu sama lain, tentang tanggung jawab, tentang cinta, tentang kebodohan bersama, tentang bekal hidup kita di masa depan.

Seringkali gw pikirkan, "Gimanaaaa coba kalian semua tanpa gw. Apa bisa itu semua rencana jalan-jalan terwujud kalo ga gw yang setanin? Apa bisa lo skripsi tanpa bantuan gw? Apa bisa lo curhat ke orang lain seperti lo curhat ke gw?"
Pikiran-pikiran songong kayak gitu sering loh gw pikirin.. Sengak emang.
Tapi yang gw sadari adalah kebalikannya malah. Kenyataannya adalah, "Gimanaaa coba gw tanpa kalian semua. Apa bisa gw jalan-jalan tanpa kalian semua? Apa bisa gw ngerjain skripsi sampe selesai tanpa dukungan dan bantuan kalian semua? Apa bisa gw curhat masalah Tuhan yang paling sensitif ini ke orang lain seperti gw curhat ke kalian?"
Apa jadinya gw ya selama tiga tahun terakhir ini kalo ga ketemu kalian di hidup gw? Tetaplah gw ini seorang Ebby, namun pasti bukan Ebby yang begini.

Kita pasti pernah berbuat kesalahan dan menyakiti satu sama lain. Entah itu hanya bercandaan dan ceng-cengan biasa, tidak sengaja melupakan janji, atau bahkan dengan sengaja menyakiti perasaan satu sama lain. Perasaan-perasaan menyesal bahwa kita pernah berbuat kesalahan itu pasti ada. Tapi yang pasti kita akan terus belajar. Tidak ada noda, tidak belajar...(begitu kata iklan).
Teruslah belajar, jangan mengulangi kesalahan yang sama, jangan menyakiti sesama kita ataupun orang-orang lain dengan kesalahan yang sama, tetaplah hidup sambil belajar.

Untuk itu, gw mendoakan kalian semua untuk selalu bahagia, Bahagia dalam konteks apapun. Pekerjaan, percintaan, keluarga, fisik, kesehatan, materi, dan kesejahteraan jiwa akan traveling. You know who you are, guys.. :)

Live, laugh, travel! :)
Ebby yang sedang kangen kita jalan-jalan bareng.


A Loyal Audience, Me.


Kalau kata lagu terkenal, "Dunia ini panggung sandiwara." Iya, memang iya.

Dengan sosok sang Tuhan sebagai sutradara dan penulis skenario. Kadang kita sebagai pemeran utamanya, kadang kita sebagai pemeran pembantu, mungkin juga sebagai artis pendamping, atau bahkan mungkin hanya sebagai penonton. Penonton yang dengan setia mengikuti perkembangan cerita di panggung.

Seperti itu diriku di duniamu. Aku penonton yang setia. Dulu dan sekarang.

Sejak beberapa tahun yang lalu aku menjadi penontonmu. Seorang subjek favoritku. Seorang aktor pemeran utama di duniamu yang penuh petualangan. Dan aku duduk dengan tenang, aman, damai, di kursi VVIP-ku. Di barisan terdepan. Semua ceritamu tak luput dariku. Aku menikmatinya.

Sampai tiba saatnya aku terseret untuk masuk ke panggung dunia sang subjek favoritku. Masuk menjadi salah satu artis pendamping dan artis pelengkap. Yang selalu ada di sampingmu saat lampu sorot menyinarimu. Yang selalu ada saat kau membutuhkanku.
Namun ternyata aku tidak menyukai alur cerita itu, walaupun aku cinta habis-habisan pada sosok sang subjek. Aku tidak bisa mengikuti perkembangan ceritamu yang begitu cepat berubah, yang membuatku terpaku di depan layar terlalu lama dan kehabisan kata-kata. Aku tidak yakin apakah aku sosok protagonis atau antagonis. Aku tidak tahu posisiku dimana. Aku terjatuh tanpa parasut, tanpa alas, tanpa pelindung.

Tapi aku sudah terlalu jauh. Alur cerita kita terlalu jauh. Mungkin Tuhan, sang sutradara sedang membuat kisah satir. Kisah satir yang memiliki makna yang sangat dalam. Toh semua kisah pasti memiliki makna, kan? Seperti kisah Kancil yang suka mencuri ketimun, Pinokio boneka kayu yang suka berbohong, atau kisah Cinderella yang terlalu indah. Semua kisah memiliki makna. Begitu juga kisah kita. Akan menorehkan makna yang sangat dalam bagi kita berdua. Makna yang hanya dipahami olehmu dan olehku.

Tapi semua itu bukan duniaku... Itu duniamu. Duniamu yang terlalu berkilau. Yang tidak akan aku pahami. Yang tidak bisa aku ikuti. Yang tidak bisa aku miliki. Aku ingin. Ingin sekali. Tapi aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa.

Kemudian suatu saat, aku, sang pelengkap cerita, berusaha dengan tersaruk-saruk untuk kembali ke kursi penonton lagi. Ingin kembali ke singgasana VVIP-ku. Ingin kembali menjadi penonton dan pengikut ceritamu yang setia. Yang akan bahagia bertepuk tangan melihat wajah ceriamu di atas panggung dan yang akan menangis melihat muka sedihmu saat mendapatkan alur cerita yang menyedihkan.
Lalu aku, kembali di sini. Di atas kursi favoritku dengan kondisi yang babak belur namun siap dengan peranku yang lama. Akan kembali menjadi penonton setiamu. Because I'm a happy and proud audience. A loyal audience. It suits me well.
Kamu tidak usah khawatir. Karena suatu saat aku akan menjadi pemeran utama di panggung ku sendiri dan di panggung aktor pendamping pilihan Tuhan. Dengan akhir cerita yang bahagia. Seperti kisahmu.

Tapi kamu perlu tahu bahwa aku, sang penonton setiamu ini akan selalu ada kapanpun engkau membutuhkan telinga untuk mendengarkan kisah-kisahmu atau pun jika kau ingin menyandarkan bahu di saat kau kelelahan dengan duniamu.


"Al mal tiempo, buena cara" - Put a nice face through a bad times.

Semoga Kita Bisa Segera Bertemu, Jailolo...

Tulisan ini diikutkan dalam "Jailolo, I'm Coming!" Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo
http://www.wego.co.id
http://www.festivaltelukjailolo2013.com


________________________________________________________________________________

Selama 26 tahun di hidup saya yang biasa-biasa ini dan dengan pengalaman menjelajah Indonesia yang biasa-biasa saja dibanding teman-teman dan keluarga saya yang juga gila traveling, baru kali ini saya benar-benar tertarik untuk mengunjungi suatu tempat. Satu tempat yang memiliki nama unik. Nama yang mungkin kurang populer dibandingkan dengan Bali, Lombok, Wakatobi, atau bahkan Raja Ampat. Tempat itu bernama Teluk Jailolo yang berlokasi di Halmahera Barat.

Mungkin nama Teluk Jailolo kalah terkenal dibanding tempat-tempat tujuan pariwisata lainnya, namun saya yakin bahwa setiap jengkal di bumi Indonesia ini memiliki keindahannya tersendiri yang tidak ada di tempat lain. Termasuk Teluk Jailolo. Suatu tempat yang memiliki banyak keindahan, baik kebudayaan, alam, kuliner, maupun masyarakatnya.

Di Teluk Jailolo kita dapat menemukan keindahan alam bawah laut yang luar biasa, dimana di sana terkenal dengan spot diving bagi para diver dan pecinta laut seperti saya. Kita juga dapat menemukan kebudayaan unik seperti tarian tradisional Cakalele, Legu Salai, ataupun melihat secara langsung rumah adatnya yang dikenal dengan nama Rumah Sasadu. Atau mungkin ingin berjumpa dengan masyarakatnya yang ramah? Dengan sapaan unik masyarakat Jailolo, “Auuulliieee..” sambil menonton pertunjukan menakjubkan yang bernama Tari Sasadu on the sea yang disajikan di atas panggung di tengah laut. Dan para pecinta makanan tentu akan dimanjakan lidahnya dengan berbagai makanan khas Halmahera, terutama Jailolo, yang terkenal akan kekayaan rempah-rempahnya. J

Siapa yang tidak ingin mengunjungi Teluk Jailolo setelah membaca atau mendengar informasi-informasi di atas? Siapa yang tidak makin cinta Indonesia setelah melihat keindahan-keindahan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia?

Saya ingin sekali mengunjungi Teluk Jailolo. Terutama pada saat Festival Teluk Jailolo 2013 yang akan digelar bulan Mei nanti. Dimana semua keindahan akan dipertunjukan dalam satu festival tersebut.
Saya juga ingin sekali menyebarkan keindahan Teluk Jailolo kepada seluruh masyarakat di Indonesia, bahkan ke masyarakat Internasional.
Saya pun ingin masyarakat makin mencintai Indonesia dengan keindahan dan keberagamannya yang luar biasa. Saya bahkan lebih ingin lagi jika para wisatawan asing akan mencintai Indonesia yang tidak ada duanya ini.

Dan saya bisa mewujudkan semua itu dengan cara yang mudah. Semudah saya meng-update blog saya  yang banyak berisikan pengalaman traveling saya. Semudah saya bercerita kepada teman-teman saya tentang keindahan Teluk Jailolo. Semudah saya menceritakan pengalaman dan keindahan Teluk Jailolo di media sosial seperti twitter, path, atau pun facebook. Semudah cepatnya kita jatuh cinta pada Indonesia.
Ahh. Setelah menulis tulisan ini, keinginan saya untuk menjelajah tanah Halmahera semakin besar. Semoga kita bisa segera bertemu, Jailolo.


Salam, dari seorang traveler biasa-biasa saja namun memiliki kecintaan yang luar biasa pada Indonesia. J


Krakatau Trip, My Getaway.



Kalimat pamungkas dari Isac Dinesen selalu menjadi pegangan gw setiap saat. Kata Isac Dinesen, "The cure for anything is salt water; sweat, tears, or the sea."
Di saat hidup sedang tidak seimbang dan banyak masalah, yang gw ingin cuma satu, yaitu laut. Karena kalau cuma lewat nangis atau bengong-bengong bego aja dijamin satu bulan kemudian gw bisa resmi jadi mayat hidup. Hidup tapi kayak ga hidup. Bahkan temen-temen yang ngelihat perubahan gw akhir-akhir ini ikut bertanya, "kemana Ebby yang dulu?" and then the first thing that crossed in my mind was, "I have to find my way back. I miss the old 'me' and i need to get back to the sea."

Dari sinilah dimulai perjalanan gw ke Krakatau
Awalnya karena suatu postingan di twitter yang random, kalau tidak salah dari akun @KartuPos yang me-retweet satu twit dari akun yang bernama @KeyAdventure. Isi twit nya kurang lebih tentang trip yang akan mereka adakan tanggal 8 - 10 Maret 2013. Saat itu gw masih di kantor, dan gw langsung me-reply twit itu, nanyain tentang detail itinerary. Beberapa hari kemudian gw udah transfer DP dari biaya tur dan resmi terdaftar ikutan tur. Tur asing yang orangnya bahkan gw ga kenal siapa dan gw berangkat sendiri. Bener-bener solo traveler.

Harus diakui gw kangen traveling dengan temen-temen deket gw. Tapi gw lagi pengen pergi sendiri. Ntah kemana pun itu.

Hari I (Jumat, 8 Maret 2013)

Meeeting point semustinya di Pelabuhan Merak jam 11 malam. Tapi gw ikutan rombongan yang ketemuan di terminal Kalideres jam 9 malam. Sebelum berangkat, gw packing buru-buru karena beberapa hari sebelumnya belom sempet nyicil packing karena lembur terus di kantor. Setelah siap packing, gw berangkat ke Kalideres.
Sampai di terminal Kalideres sekitar jam 20:45 dan gw langsung nelpon Yudi, the tour leader. Dia bilang ngumpulnya di pos polisi dalam terminal Kalideres. Gw menuju ke sana dan udah ada sekitar 20 orang lagi berkumpul. Awalnya gw kira mereka juga rombongan ke Krakatau, ternyata mereka rombongan dengan tujuan Ujung Kulon.
Setelah celingak-celinguk cari nebak-nebak mana yang namanya Yudi, akhirnya nemu juga satu orang cowok yang lagi sibuk nelpon dan bawa map holder buat dokumen-dokumennya. "Ini pasti si Yudi", pikir gw. Ternyata bener, kita kenalan dan nunggu rombongan kita yang lain yang belum datang. Yudi bilang rombongan kita banyak bule nya. Dan kemudian rombongan bule yang rame itu datang sekitar jam 21:30. Briefing bentar dan akhirnya kita menuju bus kita yang menuju Merak. Sebelum naik bus, sempet kenalan dengan satu peserta tur yang namanya Hiqmah, dia juga berangkat sendiri. Dia dan Yudi udah temenan sejak kuliah.

Akhirnya kita naik bus dan duduk di tempat masing-masing. Gw sengaja duduk di deket jendela dan siap-siap pasang earphone di kuping. Niat gw awalnya adalah, gw ikut tur ini karena emang butuh laut dan sedang ga ingin beramah tamah dengan orang lain. Ternyata gw salah total. Ujung-ujungnya malah dapet temen-temen baru yang asik.
Masih dalam mood yang surem, tiba-tiba ada bunyi notif twitter dari HP, ternyata ada satu twit dari Mas Widi yang ngasih gw lagu Shaggy Dog - Bersinarlah Kembali. Saat itu gw udah di daerah Serang, tengah malem buta, sendirian ga ada orang yang gw kenal, dan gw mewek keinget lirik lagu Shaggy Dog itu. 

Sepanjang perjalanan dari Kalideres menuju Merak, gw lebih banyak tidurnya. Begitu kebangun, udah di kota lain yang asing. Ntah dimana. Akhirnya kita sampai juga di Merak dan sekitar pukul 02:30 pagi kapal ferry siap cabut dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni.
Di kapal ferry, kita di upgrade ke kelas executive dengan baiknya oleh Yudi dan Iwan sang tour leader. Di dalam ruangan executive, ada sofa-sofa gede banyak dan ber-AC. Akhirnya bisa balik tidur lagi (setelah minum Antimo senjata andalan gw).

Hari II (Sabtu, 9 Maret 2013)

Mulai masuk di hari ke dua. Kita sampai di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 05:45. Siap-siap bawa barang dan menuju angkot yang udah dicarter buat rombongan kita. Kalau ga salah ada sekitar 4 angkot yang kita carter deh..
Angkot kuning ini yang akan membawa kita dari Bakauheni menuju Canti. Nah dari Canti kita akan naik kapal sekitar satu jam menuju P. Sebesi, pulau tempat kita akan menginap. Sebelum sampai di Canti, kita sarapan dulu. Di sini ada insiden yang kocak banget tentang sarapan "mewah" ini. Tapi biarlah itu jadi bahan bercandaan kita-kita aja, hahaha. =))

Sarapan "Mewah" mhuahahaha

RM Siang Malam


Selesai sarapan, kita menuju Canti. Sampai di Canti sekitar pukul 08:00 kurang. Di Canti, kita siap-siap ganti baju untuk snorkeling di salah satu wc yang ada di situ. Pas lagi duduk-duduk di musholla sambil oles-olesin sunblock, kita kenalan dengan dua orang cewek bule asal Jerman dan Polandia (kalo ga salah) yang lagi student exchange di LSPR, nama mereka Shivara dan Tannas. Dibanding bule-bule yang lain, mereka yang emang keliatan paling muda, sedangkan yang lain udah pada kerja.

Me at Canti, ready for snorkeling :)

the blue invitation ;)


Jam 08:15 kita siap-siap berlayar ke pulau pertama yang jadi tujuan island hopping kita, yaitu pulau Sebuku Kecil. Ga pernah sebahagia ini gw ngeliat pantai dan laut.

on the roof of our boat

Sampai di P. Sebuku Kecil sekitar pukul 09:00. Dari jauh, kita semua udah takjub dengan pemandangan di depan mata kita. Warna airnya gradasi, pasirnya putih, dan yang lebih penting lagi, pulaunya kosong. 
Kita main sebentar dan foto-foto di pantai. Sempet kenalan dan ngobrol dengan anggota tur yang lain. Ada Ninna dan Karasi dari Jakarta, ada Aci dari Bandung, ada juga Cici, Kak Bram (yang ngebawa rombongan bule-bule), Mbak Susi, Mbak Sari, Renata, Jun, Hendri. Yang bule-bule ada Scott (dari US), Amanda, Tim, Trine (dari Denmark), si Trine bawa dua anak buahnya, cowok-cowok tinggi dan suka iseng gitu. Mereka kerja di Kedubes Denmark, if I'm not mistaken nama mereka itu Sam dan David. Ada juga bulay (bule alay) yang kocak banget, namanya Johan

Lagi ngaso-ngaso di pantai Sebuku Kecil sambil merenung, si Scott nyahut "This is really nice. And it's not packed of people." "Yeah, that's the most important one..." sahut gw.

the amazing Small Sebuku island

Small Sebuku island

Small Sebuku island. Cuma ada rombongan kita aja isinya.

bersiap untuk foto group

some candid photo of me. taken by Iwan.

group photo :)

Setelah sekitar satu jam puas main-main dan foto-foto, kita naik kapal lagi dan siap-siap ke spot snorkeling yang pertama. Naik kapal sekitar 15 menit. Spot yang pertama ini lumayan aja. Serunya, kapal kita modelnya bisa dinaikin sampe ke atap. Jadi kita pada berjemur di atas atap kapal (yang kemudian agak gw sesali karena sekarang gw GOSONG pake BANGET hahaha.) Tapi yang penting bahagia sih. :")

Setelah puas snorkeling, kita naik kapal lagi dan bersiap menuju P. Sebesi untuk menaruh backpack kita dan ngaso-ngaso dulu. Sampai di Sebesi, penginapan kita isinya los gitu. Ada kasur-kasur di lantai dan kamar mandinya ada dua. Listrik menyala setiap pukul 18:00, tipikal di pulau-pulau kecil.
Ini lebih dari cukup, menurut gw yang emang sering ngemper dimana-mana. :D

Kita makan siang di salah satu hall kebuka yang jadi tempat ngumpul-ngumpul. Setelah makan siang dan ngumpulin tenaga, sekitar jam 14:00 kita siap menuju pulau Umang-Umang untuk island hopping dan snorkeling.

Spot snorkeling yang kedua, lebih bagus dari yang pertama. Sempet di foto underwater sama si Iwan. Gw sempet nyesel juga ga bawa camera underwater, apalagi besok bakal ke Lagoon Cabe yang katanya spot snorkeling paling bagus.
Sesudah puas snorkeling, kita naik ke kapal lagi dan gw sempet ngakak nemu kapal di samping kapal kita yang ada tulisan Galaw pake W. =))

Johan, the bulay :D

Triene

abis muter-muter, trus jungkir balik. moi. :D

salah satu underwater view-nya

bagus deh ini. 


hello, fishes

me, taken by Iwan

underwater view

underwater view
si kapal "GALAW" :D
our boat

the massive jump by Scott :D

Lalu setelah itu, kita lanjut menuju pulau Umang-Umang. Pulau Umang-Umang ini disebut begitu karena memang banyak hewan umang-umangnya. Ada satu spot di pulau ini yang jadi spot kece banget buat foto-foto. Karena gw emang ga berniat bawa kamera dan ga niat foto-foto, maka foto-foto lebih banyak ada di travel buddies yang lain. Gw hanya ngambil beberapa foto, itu juga kalo niat buka handphone dan kamera di HP. :D

Sam and David; building a pool. Hahaha

"the masterpiece", he said :D
group photo :)

Kita main di pulau Umang-Umang sampai sekitar pukul 17:00 lewat. Lalu kita semua berangkat ke tengah laut untuk nonton sunset. Saat perjalanan mendekati cakrawala buat dapet view sunset yang keren, kapalnya sempat berhenti sebentar dan ABK nya nanya, ada yang mau terjun dari kapal atau ga. Saat itu udah mulai agak gelap dan kapal oleng-oleng. Dan hanya gw yang dengan nekatnya mengiyakan ajakan si bapak tersebut untuk loncat ke laut dari atap kapal. Yang lain pada nontonin dan semangatin, hahaha. And it was so much fun and unforgettable. 

"the girl who walk on the water", i was jumping out of the boat 'tho. :D

Selama di atap kapal dan nonton sunset, yang terngiang-ngiang terus di kepala gw adalah lagu Coldplay dan kalimat dari salah satu bukunya Ika Natassa, Antologi Rasa yang isinya: "If travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?". As pathetic as this may sound, saat itu gw sedang di ujung laut dan menyaksikan sunset paling indah selama hidup gw bersama orang-orang yang baru yang masih asing bagi gw, tapi kata-kata itu yang masih terngiang.

sunset di tengah laut lepas, unforgettable :")
beautiful sunset, taken by Iwan

sudah mulai tenggelam

oh..hello, you.

Selesai menonton sunset dan masih takjub dengan keindahannya, kita balik ke Sebesi untuk mandi, makan, dan istirahat. Setelah makan malam dengan rakus karena kelaperan hahaha, kita balik ke kamar masing-masing. Di kamar gw isinya ada 8 orang (termasuk gw), ada Mbak Susi, Ninna, Hiqmah, Mbak Sari, Renata, Aci, dan Cici. Kasurnya ada 10 lebih, jadinya kita bisa guling-gulingan sesuka hati. :D

Masih jam 8 malam dan niatnya cuma senderin kepala sebentar di bantal, tau-tau bablas sampe jam 2 malem. Hahahaha. Gw kebangun dan ngeliat yang lain udah pada tepar juga, lalu gw lanjut tidur lagi. Tahu-tahu jam 3 udah dibangunin Iwan buat siap-siap ke Anak Krakatau dan trekking. *lalu muka bantal*

Hari III (Minggu, 10 Maret 2013)

Jam 3 tengah pagi buta, kita semua dibangunin buat siap-siap menuju pulau Anak Krakatau untuk trekking. Dengan otak masih loading lama dan masih bego, gw menuju kapal hanya dengan modal celana pendek, sendal gunung kesayangan, buff, pashmina, dan siap-siap bawa snorkeling gear karena kita akan langsung ke Lagoon Cabe sesudah dari Anak Krakatau. 
Jam 4, kita baru kumpul semua di kapal. Saat itu gw ga bisa prediksi cuaca karena masih gelap total. Gw nanya ke ABK kira-kira perjalanan berapa lama, katanya satu setengah jam menuju Anak Krakatau. Oke, saatnya minum Antimo si jagoan dan tidur selama di kapal. 
Ternyata bener aja kan tuh, gw lagi asik tidur tahu-tahu kapal goyang dan ujan badai. Anginnya kenceng banget, sampe akhirnya gw memutuskan buat bangun dan berdiri aja pindah posisi. Karena kapal kita semi terbuka, jadi basah kuyuplah kita semua. :D
Selama gw tidur, ternyata hampir semua isi penumpang kapal pada muntah, yang bule-bule juga. Gw musti kasih peluk cium nih sama yang menemukan Antimo, karena gw adalah orang yang paling gampang mabuk laut, tapi kemarin bisa sama sekali ga ngerasain mabok. Hahahaha. *angkat idung*

Ga lama kemudian kita sampe di Anak Krakatau. Ternyata kondisi masih hujan rintik-rintik, tapi ga mengurungkan niat kita semua buat naik ke atas puncak pertama Anak Krakatau. Kita sarapan nasi uduk pake telor dan tempe cabe, yang entah emang enak ato kita semua kelaperan. Huehehehe.

Perjalanan menuju puncak dimulai! Awalnya rintik-rintik biasa, kita masih trekking sambil ngobrol di hutan. Pas udah mendaki naik dan track-nya adalah pasir-pasir hitam yang bikin kita nyerosot turun mulu kalo ga hati-hati. Makin menuju puncak, makin berat. Apalagi bau belerangnya kuat banget, untung gw bawa buff jadi bisa nutupin hidung dan mulut.
Hampir aja gw nyerah dan gw sempet duduk-duduk dulu, disamperin sama salah satu peserta rombongan yang namanya Toni, dia bilang jangan duduk nanti makin capek..ayo dikit lagi. Baek banget ni orang nyemangatin gw. Okeh, gw siap naik lagi. Dia dan sodaranya Iwan (yang namanya gw lupa) nungguin gw, mereka di belakang dan gw di depan. Dan tiba-tiba...... HOOOPLAAAAH, sampai di puncak!! :"D
Peak experience banget. Nafas udah ngap padahal, akhirnya bisa sampai juga di puncak yang pertama. Saat itu kondisi hujan dan angin yang super duper gede. Bahkan gw kalo berdiri bisa oleng kena tiupan angin. Anginnya dingin banget pula. Sempet keinget jaket gunung yang dari dulu pengen dibeli. 

Sayang gw ga bawa kamera. Semua handphone gw tinggalin di kapal karena takut basah kena hujan. View dari atas itu the best banget. Di depan mata kita laut dan ada dua pulau, yaitu pulau Panjang di sebelah kiri dan pulau Sertung di sebelah kanan. Walau saat itu hujan dan berkabut, tapi tetep pemandangannya juara banget. Sempet ngaso-ngaso dan bengong mikir kesana kemari di puncak begitu. Keinget temen-temen dan pengen banget ngajak mereka kesini. Lalu ujung-ujungnya mellow sendiri.

Sedikit sejarah nih ya, Pulau Anak Krakatau ini dulunya ga ada. Namun Anak Krakatau muncul saat Gunung Krakatau meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1883. Letusan Gunung Krakatau saat itu berpengaruh secara global di dunia dan sampai sekarang disebut sebagai salah satu ledakan gunung terbesar dalam sejarah modern. Bahkan The Guiness Book of Record mencatat bahwa ledakan Gunung Krakatau tahun 1883 merupakan ledakan yang paling hebat terekam dalam sejarah. Korban jiwa yang tercatat ada sekitar 36.417 jiwa, meskipun beberapa sumber ada yang bilang sampai 120.000 jiwa. Korban tewas bahkan sampai ke Sumatera Selatan. Tsunami yang diakibatkan oleh ledakan pada saat itu bahkan sampai ke Hawaii, pantai barat Amerika Tengah, dan Semenanjung Arab. Dampak yang lebih seram lagi adalah, sampai ke seluruh dunia. Dunia pada saat itu merasakan siang harinya yang gelap selama hampir tiga hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Sinar matahari sampai redup tertutup asap selama hampir satu tahun berikutnya! Hantaran debu ini bahkan sampai ke langit di Norwegia hingga New York.
Erupsi di tahun 1883 itu yang menimbulkan munculnya pulau Anak Krakatau, di pulau ini ada gunung pula yang sesekali menyemburkan lava. Serunya lagi, gunung Anak Krakatau ini masih aktif dan setiap tahun tingginya bertambah.

Bahkan sampai sekarang gw tahu informasi mengenai Anak Krakatau ini aja gw masih takjub loh.. We're living in an amazing world. :)

di puncaknya, kecapekan :D
mau turun. ceritanya bukan "5cm", tapi "5mm". hahahaha

perjalanan turun


perjalanan turun. di belakang kita laut dan gunung.



si erwin gokil. hahahha


Sesudah puas foto-foto di atas, kita turun gunung karena kita mau menuju Lagoon Cabe duluan sebelum spot-nya rame. Walau lelah, tapi puas dan senang karena bisa kenalan lagi sama temen-temen di dalam rombongan. Padahal udah hari terakhir tapi baru kenalan sekarang. Hahaha. 

Mendekati Lagoon Cabe (hanya 15 menit perjalanan dari Anak Krakatau), gw udah siap-siap alat snorkeling. Yang lain nampaknya masih capek, tapi gw udah ga sabar. Begitu kapal kita berhenti, gw takjub banget dengan pemandangan underwater yang bahkan udah kelihatan dari atas kapal. Gw terjun pertama kali, yang lain nungguin info dari gw kayaknya gimana pemandangan di bawah. Baru jebyuuur turun, mata gw nyari-nyari pemandangan di bawah dan...... YA TUHAN BAGUS BANGET. Anemonnya ungu menyala-nyala. Gw nongolin kepala ke atas permukaan laut dan teriak, "BAGUS BANGEEET. VERY VERY VERY NICE..!" baru dah yang laen pada buru-buru siap-siap. Hahaha :D

Memang spot di Lagoon Cabe ini bagus banget, bisa nemu nemo yang lagi main. Pdhal saat itu lagi gerimis, tapi tetep kelihatan bening. Gimana kalau cerah yah... Dan sayang banget gw ga bawa camera underwater, tapi bisa minta foto-foto dari Mbak Sari dan Aldian yang pada bawa camera underwater. Bahkan Scott bawa Go Pro nya yang bikin gw ngiler mampus! :"D

Disini kita snorkeling rada lama, bahkan sampai capek. Sangking lamanya, gw ga sadar ada rombongan kapal lain yang mendekat dan tiba-tiba rame kayak pasar. Untungnya kita udah duluan dan ngetek di spot yang paling bagus. Huehehehe.


underwater; lagoon cabe

underwater; lagoon cabe

underwater; lagoon cabe

hello, lil friend! :)

me, taken by Ilham 

Setelah puas snorkeling, kita nongkrong lagi di atas atap kapal karena cuaca udah mulai mendingan dan berhenti hujan. Mungkin saat itu bener-bener surga dunia kali ya. Berjemur di atas kapal sambil dengerin lagu-lagu yang pas poll dari mp3nya Hiqmah dan Erwin. Sempet ngobrol sama David, dia bilang "I wish I could stay longer.. Even we all don't know each other and today's our last day, but it's a great trip." Dan Scott si bule US bahkan bilang, "I'm falling in love with Indonesia." bahkan dia punya rencana untuk menetap di Indonesia.
Mendengar orang-orang warga negara asing bicara begitu tentang Indonesia, siapa yang tidak bangga dan cinta dengan Indonesia?  :")

Kita kembali lagi ke penginapan jam 11 siang. Siap-siap mandi dan makan siang. Kita sempet makan bakwan panas dan es teh manis buatan si ibu warung dulu sebelum mandi, trus rasanya nyes adem banget. :D
Sesudah mandi, makan siang, dan packing buat pulang..rasanya berat ninggalin pulau ini dan liburan ini. Musti balik lagi ke rumah dan kerjaan, belom lagi ketemu masalah yang sama lagi itu sungguh bukan lawan yang pas dibanding snorkeling-tidur-makan-snorkeling-nonton sunset-trekking. :(

Sebelum naik kapal, Iwan sempet mengucapkan kalimat terimakasih ke para anggota tur dan kita foto-foto dulu. Kita juga sempet tukeran contact dengan peserta yang lain supaya ga lost contact dan bisa tuker-tukeran foto. :)

group photo

group photo :)

Perjalanan pulang begitu samar-samar. Mungkin karena kita terlalu lelah. Atau mungkin karena kita tidak mau terlalu mengingat perjalanan pulang dan menutupi memori selama berlibur. 

Intinya sih gw sampai di rumah lagi sekitar pukul 23:00, berpisah dengan temen-temen yang lain di bus karena gw turun duluan di Tangerang dan udah deket rumah. :")

Thank you for the great and fun trip yah Yudi dan Iwan dari @KeyAdventure. 
Selalu ada pelajaran dari setiap trip. Kali ini banyak yang bisa gw dapet, salah satunya adalah temen-temen baru dan jiwa yang lebih seger sesudah ketemu laut. Akhirnya gw bisa ketawa lagi. :")

Memang benar kan kata Isac Dinesen? Mari melaut lagi, ntah kapan dan kemana... :)

See you when I see you! :)

P.S: Beberapa foto merupakan koleksi dan hasil karya gabungan milik Iwan, Yudi, Ilham, dan milik saya pribadi. :)